Perbedaan Kabel Cross dan Straight di Kabel UTP LAN


Perbedaan Kabel Cross dan Straight di Kabel UTP LAN


Perbedaan Kabel Cross dan Straight di Kabel UTP LAN - Ketika pertama kali saya belajar tentang jaringan komputer, ada satu hal sederhana yang justru membuat saya bingung: kabel jaringan. 

Bukan soal cara memasangnya ke port LAN, melainkan perbedaan antara kabel straight dan kabel cross. 

Kedengarannya sepele, tapi ternyata pemahaman tentang dua jenis kabel ini sangat penting, terutama jika kita ingin membangun jaringan yang stabil dan sesuai kebutuhan.

Dalam artikel ini, saya akan berbagi pengalaman pribadi saya memahami perbedaan kabel straight dan cross, bagaimana cara membuatnya, serta kapan sebaiknya digunakan. 

Saya menuliskannya dari sudut pandang saya sendiri, sehingga kamu bisa merasakan perjalanan belajar saya yang penuh trial and error.

Awal Mula Saya Mengenal Kabel Jaringan

Saya masih ingat ketika pertama kali diminta untuk menghubungkan dua komputer di laboratorium kampus. 

Waktu itu, saya hanya tahu bahwa kabel LAN menggunakan konektor RJ-45. Saya pikir semua kabel LAN sama saja. 

Jadi, saya ambil kabel yang ada, colokkan ke dua komputer, dan berharap jaringan langsung terhubung.

Ternyata tidak semudah itu. Komputer tidak saling terhubung. Dari situlah saya mulai mencari tahu, dan akhirnya saya mengenal istilah straight-through cable (kabel straight) dan crossover cable (kabel cross).

Apa Itu Kabel Straight?

Dari pengalaman saya, kabel straight adalah jenis kabel yang paling sering digunakan. Kabel ini memiliki susunan warna yang sama di kedua ujungnya. Artinya, urutan kabel di pin 1 sampai 8 pada ujung pertama akan sama persis dengan ujung kedua.

Biasanya, kabel straight digunakan untuk menghubungkan perangkat yang berbeda jenis. Contohnya:

  • Komputer ke switch
  • Komputer ke hub
  • Router ke switch

Ketika saya pertama kali membuat kabel straight, saya menggunakan standar TIA/EIA-568B di kedua ujung. Susunan warnanya adalah:

  1. 1. Putih-oranye
  2. 2. Oranye
  3. 3. Putih-hijau
  4. 4. Biru
  5. 5. Putih-biru
  6. 6. Hijau
  7. 7. Putih-cokelat
  8. 8. Cokelat

Saya masih ingat betapa gugupnya saat pertama kali menjepit kabel dengan tang crimping. Tapi begitu berhasil, kabel straight itu langsung berfungsi, dan komputer saya bisa terhubung ke jaringan melalui switch. Rasanya seperti kemenangan kecil yang sangat memuaskan.

Apa Itu Kabel Cross?

Berbeda dengan kabel straight, kabel cross memiliki susunan warna yang berbeda di kedua ujungnya. Biasanya, satu ujung menggunakan standar TIA/EIA-568A, sedangkan ujung lainnya menggunakan TIA/EIA-568B.

Fungsi utama kabel cross adalah untuk menghubungkan perangkat yang sejenis. Misalnya:

  • Komputer ke komputer langsung (tanpa switch)
  • Switch ke switch
  • Hub ke hub

Saya pertama kali mencoba membuat kabel cross ketika ingin menghubungkan dua laptop secara langsung untuk transfer file. 

Waktu itu, saya tidak punya flashdisk dengan kapasitas besar, jadi kabel cross menjadi solusi. Setelah saya buat dengan benar, kedua laptop bisa saling terhubung, dan saya bisa melakukan file sharing dengan mudah.

Baca Juga  Perbedaan GPRS, EDGE, 2G, 3G, 4G, LTE, dan 5G yang Wajib Kamu Tahu

Perbedaan Utama Kabel Straight dan Cross

Dari pengalaman saya, perbedaan keduanya bisa dirangkum dalam beberapa poin berikut:


AspekKabel StraightKabel Cross
Susunan WarnaSama di kedua ujungBerbeda di kedua ujung
Standar Umum568B – 568B568A – 568B
FungsiMenghubungkan perangkat berbeda jenisMenghubungkan perangkat sejenis
Contoh PenggunaanPC ke Switch, Router ke SwitchPC ke PC, Switch ke Switch

Perbedaan ini terlihat sederhana, tapi sangat menentukan apakah jaringan bisa berjalan atau tidak. Saya pernah salah menggunakan kabel straight untuk menghubungkan dua komputer langsung, dan hasilnya tentu saja gagal. Dari situ saya belajar bahwa detail kecil seperti susunan kabel bisa berdampak besar.

Perbedaan Kabel Cross dan Straight di Kabel UTP LAN


Pengalaman Trial and Error

Saya tidak akan bohong, membuat kabel cross dan straight bukan hal yang langsung saya kuasai. Ada beberapa kali saya gagal karena:

  • Potongan kabel terlalu panjang sehingga tidak masuk sempurna ke konektor RJ-45.
  • Urutan warna terbalik.
  • Crimping tidak kuat, sehingga kabel longgar.

Namun, setiap kegagalan itu justru membuat saya semakin paham. Saya belajar untuk lebih teliti, memastikan urutan warna benar-benar sesuai standar sebelum menjepit konektor. Saya juga belajar bahwa kualitas kabel dan konektor sangat memengaruhi hasil akhir.

Relevansi di Era Modern

Mungkin ada yang bertanya, “Bukankah sekarang banyak perangkat sudah mendukung Auto MDI-X, jadi tidak perlu lagi repot membedakan kabel straight dan cross?”

Itu benar. Banyak perangkat modern, seperti switch dan laptop terbaru, sudah bisa menyesuaikan secara otomatis. Artinya, meskipun kita salah menggunakan kabel, perangkat tetap bisa berkomunikasi.

Namun, menurut saya, memahami perbedaan kabel straight dan cross tetap penting. Pertama, tidak semua perangkat mendukung Auto MDI-X, terutama perangkat lama. 

Kedua, pengetahuan ini adalah dasar dari dunia jaringan. Sama seperti belajar matematika dasar sebelum masuk ke kalkulus, memahami kabel straight dan cross adalah fondasi sebelum masuk ke topik jaringan yang lebih kompleks.

Baca Juga 7 Layer OSI dan Penjelasannya Lengkap untuk Pemula

Analogi Sederhana

Untuk memudahkan pemahaman, saya sering menggunakan analogi. Kabel straight itu seperti jalan raya satu arah yang menghubungkan dua kota berbeda. Sedangkan kabel cross seperti jembatan yang menghubungkan dua kota dengan karakteristik yang sama.

Dengan analogi ini, saya bisa menjelaskan kepada teman-teman saya yang baru belajar jaringan tanpa membuat mereka bingung dengan istilah teknis.


Tips Membuat Kabel yang Baik

Dari pengalaman saya, berikut beberapa tips praktis:

  1. Gunakan tang crimping yang berkualitas. Tang murahan sering membuat hasil crimping tidak sempurna.
  2. Potong kabel dengan panjang yang pas, jangan terlalu panjang atau terlalu pendek.
  3. Pastikan urutan warna sudah benar sebelum menjepit.
  4. Gunakan tester kabel untuk memastikan hasilnya berfungsi.

Saya pernah mengabaikan penggunaan tester karena merasa yakin sudah benar. Ternyata, ada satu kabel yang tidak terhubung dengan baik, dan saya harus mengulang dari awal. Sejak itu, saya selalu menggunakan tester.

Belajar tentang kabel straight dan cross mengajarkan saya dua hal penting. Pertama, detail kecil bisa membuat perbedaan besar. Kedua, kesabaran adalah kunci. Tidak ada gunanya terburu-buru jika hasil akhirnya salah.

Sekarang, setiap kali saya melihat kabel jaringan, saya tidak hanya melihat gulungan kabel biasa. Saya melihat perjalanan belajar saya sendiri dari kebingungan, kegagalan, hingga akhirnya memahami konsep dasar yang sederhana tapi fundamental.

Bagi saya, perbedaan kabel straight dan cross bukan hanya soal urutan warna. Lebih dari itu, ini adalah pelajaran tentang ketelitian, kesabaran, dan pentingnya memahami dasar sebelum melangkah lebih jauh.

  • Kabel straight: untuk perangkat berbeda jenis.
  • Kabel cross: untuk perangkat sejenis.

Meskipun teknologi modern sudah banyak mempermudah, pengetahuan ini tetap relevan. Karena pada akhirnya, fondasi yang kuat akan membuat kita lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar di dunia jaringan.


Ari Hai Saya Ari, penulis dari https://www.jurusanit.com. Seorang IT Profesional yang suka benget menulis blog karena bisa sekalian sebagai tempat dokumentasi pekerjaan, Ikuti terus blog saya karena pasti banyak informasi yang bisa kamu dapat

0 Response to "Perbedaan Kabel Cross dan Straight di Kabel UTP LAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel